Mengalahkan diri Sendiri - bersambung.
Seringkali kita mengenal adanya rasa bersaing dan persaingan dalam hidup. Saya adalah bagian dari orang yang meyakini prinsip tersebut. Persaingan dalam hidup itu ibarat dua sisi yang tidak dapat dipisahkan dari akibat kehidupan itu sendiri. Tuntutan dalam beberapa standar hidup mengakibatkan rasa persaingan itu muncul sebagai cara untuk selalu terlihat bahwa kehidupan kita akan selalu dipenuhi oleh usaha-usaha. Hasil dari usaha tersebut merupakan makna dari perjuangan atas apa yang dihadapi. Katanya, kita selalu yakin kalau yang namanya hidup akan menemukan rintangan mengenai usaha-usaha tersebut.
bitside worddump #2
Usaha dalam menjalani hidup dan kehidupan berarti melaksanakan segala tindakan untuk menang dan kalah dalam setiap pertempuran melawan batasan. Saya pernah menyimak suatu video idola yang menyatakan bahwa seorang idola yang sempurna adalah ido yang harus melampaui batasan-batasan yang ada di dalam dirinya sendiri. Batasan kehidupan itu hadir sebagai salah satu tolak ukur dalam menjalankan usaha yang dilaksanakan oleh seseorang demi mengatur hidup dan kehidupannya.
Perjalanan dalam melaksanakan hidup serta momen-momen kehidupannya hanya menghasilkan dua kesepakatan antara menang atau kalah. Sejak dari dahulu kita dibiasakan pada usaha-usaha yang menyatakan kalau hidup itu dimulai dari pemenang hingga pada akhirnya percaya apabila setiap usaha-usaha tersebut harus dilaksanakan demi suatu kemenangan yang sah dan hakiki. Akibatnya kita selalu dihadapkan pada tuntutan-tuntutan hidup untuk selalu menjadi pemenang dalam setiap beragam kompetisi.
Menang dan kalah adalah hal biasa, suatu adendum yang sangat diterima oleh beragam pihak ketika berkompetisi atau menjalani kenyataan-kenyataan yang ditemukan. Menang sebagai bagian dari keberhasilan usaha manifestasi yang terbentuk dari sebuah usaha, atau kalah sebagai akibat dari kegagalan mengenai usaha kehidupan yang telah dilaksanakan dalam ambang batas usahanya. Hari ini kita selalu dihadapkan kepada konsekuensi usaha-usaha tersebut yakni akan menang atau kalah dalam melaksanakan suatu usaha.
Lantas, daripada hari ini kita selalu menimang-nimang atas segala kemenangan atau kekalahan yang dilakukan. Apakah kita akan paham kalau usaha dalam hidup serta kehidupan tidak cukup dengan rasa menang dan kalah pada diri sendiri?
…. to be continued


Komentar
Posting Komentar