Dari Panggung ke Panggung

        

    Tulisan kedua ini menjelaskan bagaimana #TeacherLife itu berjalan, dan mengapa pada akhirnya saya menjadi orang yang berada di lingkungan seperti ini dan ditakdirkan untuk menjalani jalan kehidupan dinamis untuk beberapa waktu ke depan. Ada adagium yang bilang bahwa guru baru itu diibaratkan buku yang baru dibeli dari toko, penuh dengan rasa penasaran entah isi yang akan disampaikan ataupun harapan-harapan dari buku yang t elah dibaca tersebut oleh para pembacanya.
    Di sesi pertama kemarin, saya menulis pernyataan bahwa behind the stage dalam sebuah pembelajaran itu adalah kegiatan belajar yang dilaksanakan oleh peserta didik. Sudah menjadi pernyataan yang dapat diterima oleh khalayak ramai bahwasanya profesi guru itu adalah profesi yang selalu berada di depan peserta didiknya. Mengajar, menjelaskan, mendidik hingga bersenang-senang bersama saat belajar itu adalah batasan idealisme yang bisa diterima mengenai mengapa guru bisa dikatakan sebagai profesi didepan layar. 
    Bertemu dengan anak-anak yang mungkin berbeda setiap harinya, sabar, menjadi tenang dalam beragam posisi dan memposisikan figur sebagai bapak, orang tua, dan pendidik di sekolah adalah peran yang ditemukan dalam lebih dari tiga dimensi sekaligus mengapa profesi ini layak dikatakan sebagai profesi di depan layar. Oh iya, jangan lupa juga jadi guru itu ternyata sabar adalah kata pertama yang harus disematkan. Entah sabar dalam mendidik, bersikap hingga pengabdian, hehehe. Setiap harinya, hari-hari itu awalnya saya sikapi dengan ajaib. Kayak “wah, tiap hari ada aja yang baru untuk dieksplorasi” lama kelamaan karena bertemu dengan hal ajaib itu setiap hari sampailah di fase saat pada akhirnya keajaiban itu hanya sebuah peristiwa dibesar-besarkan dalam imajinasi yang bagi orang lain adalah hal biasa sekali untuk ditemukan.
    Adalah hal yang menarik untuk membicarakan pernahkah kita berpikir bahwa seorang guru adalah profesi yang ada di balik layar. Sering kali kita melihat, merasakan dan mengalami guru mengajar, diperhatikan, memberikan tugas, bercanda dengan anak didik, selalu ditanya-tanya hingga ada istilah guru sebagai “digugu-dan-ditiru” dari beragam aspek seperti penampilan dan perilaku. Tapi jarang kali dijelaskan bahwa guru juga adalah behind the stage dari sebuah pembelajaran yang dikenal sebagai peserta didik. 
    Panggung ke Panggung itu dikenal sebagai kelas, setiap panggung punya cerita yang berbeda. Entah dilihat dari sisi depan sebagai penampil dan sisi belakang sebagai pemain aktor pelaksana suatu kegiatan pembelajaran. Kelas hadir sebagai panggung hidup yang benar-benar unik. Tidak ada batasan sekat antara mana yang termasuk depan dan belakang, karena bagiku sebuah kelas adalah keseluruhan sudut dari penciptaan kehidupan pertunjukan pentas pembelajaran yang terus hidup. 
    Tertawa, sedih, takut, dinamika tangis, canda dan tawa adalah cerita-cerita yang harus dihadapi saat mengatur pentas depan panggung itu seperti apa. Ibarat chef yang memiliki resep-resep sebelum disajikan menjadi makanan di sebuah restoran, seorang guru punya resep di belakang sebelum mereka mulai melakukan pengaturan pertunjukan suatu pentas yang dikenal sebagai lesson plan. Suatu pembelajaran yang dikenal sebagai pertunjukan stage yang baik adalah sesuai dengan lesson plan yang dilaksanakan. 
   Stage ditampilkan oleh manusia, bukan benda mati. Lesson plan disusun bukan berdasarkan idealis pada rencana robot-robot saja. lebih dari itu, ada tangan, hati, pikiran dan perasaan manusia yang terlibat didalamnya. Manusia itu dinamis, tidak sepeti robot yang selalu menurut pada perintah mati, dalam urusan lesson plan itu hadir sebagai pertunjukan yang maha hebat. Keterlaksanaan pembelajaran yang berhasil dimuat dari lesson plan yang sesuai, maka bekerja menjadi guru bagi saya adalah behind the stage itu adalah lesson plan. 
    
       lesson plan yang terbaik dalam suatu panggung adalah cinta, hati dan ketegasan

selanjutnya, bagian kenapa saya mencintai lesson plan di behind the stage ini. 

… to be continued

Komentar

Postingan Populer