Behind The Stage - Prolog

 
Saya menyebutnya ini sebagai segmen kedua pengantar dari postingan yang dibuat. Bit side isinya adalah apa yang saya pikirkan, tulis dan luapkan dalam bentuk kata. Selain #LifeThor yang isinya kadang membahas hal-hal acak dituang dalam bahasa hiperbola. Segmen ini saya sebut sebagai #TeacherLife karena berkaitan dengan apa yang sedang jalani saat ini, sebuah profesi dimana tempat hidup dan menghidupi diri entah untuk bertahan atau mengaktualisasikan pembuktian diri bahwa saya ada.

    Katanya, profesi seorang guru adalah profesi dimana mereka bertindak sebagai orang yang tampil di depan atau di belakang. Kalau dalam bahasa artis ada yang dikenal sebagai performer dan director. Disini saya akan membagikan mengenai sudut pandang mengenai bagaimanakah memahami bekerja sebagai orang yang berada di depan layar dan di belakang layar secara bersamaan dengan penuh dinamika. 

    Behind the stage, saya yang terbiasa melihat dan sempat pernah bermain di dunia pertunjukkan pada masa sekolah atau kuliah merasakan perbedaan antara bagaimana menjadi orang yang di depan dan di belakang layar secara bersamaan. Ya, profesi guru ini menurut saya adalah dua sisi yang berbeda. Ada hari mereka menjadi orang yang tampil di lihat siswa saat mengajar hingga dibelakang menilai evaluasi pembelajaran, mempersiapkan apa yang harus dilakukan agar siswa belajar dengan baik dan memperjuangkan segala kebijakan pendidikan dengan rapi serta pantang menyerah. 

    Ing ngarso sing tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani. - Ki Hadjar Dewantara

    Hal yang sangat digaungkan-gaungkan oleh Ki Hadjar Dewantara sejak dahulu sebagai salah satu tokoh pendidikan di Indonesia menggambarkan bagaimana seorang guru bekerja dan tampil sesuai dengan apa yang saya analogikan saat ini, ya sebagai performer dan director. 

    Dari dulu terbiasa mengamati setiap pertunjukan yang ada entah dalam bentuk pentas musik, show teater, drama dan pentas acap kali kita selalu mengapresiasi apa yang terlihat didepan, entah pertunjukkan yang masuk, entah kualitas hiburan yang disajikan hingga bagaimana performa penampil yang sedang mementaskannya pada saat itu. Pelaksanaan pentas pada hari itu terasa sangat meriah, diiringi baluran tepuk tangan, hingga bisikkan penonton yang berkata semoga minggu berikutnya ada pentas lagi. Hal ini berkaitan dengan apa yang disebut sebagai harga dari sebuah usaha pertunjukkan. 

    Di awal tahun 2020 nyaris beberapa hari sebelum situasi darurat nasional diberlakukan akibat pandemi, saya pernah menonton pentas suatu grup musik secara daring di situs siaran langsung dengan membayar sejumlah biaya untuk menontonnya, katanya pertunjukkan itu adalah pertunjukkan pertama yang disiarkan secara daring dan dapat ditonton oleh banyak orang. Rencananya pertunjukan daring itu akan dilaksanakan sebagai kegiatan rutinan dan benar saja pandemi benar-benar terjadi beberapa minggu kemudian, hal itu yang menyebabkan tranformasi sebuah grup pertunjukan harus rutin menyelenggarakan pertunjukan daring untuk tetap bertahan hidup dan mendapatkan pundi-pundi keuntungan.

    Lalu siapa pada saat itu yang memikirkan cara untuk tetap bertahan hidup dengan memutar balikkan inovasi program yang dilakukan, ya mereka para director atau orang-orang dibalik layar ini. Mereka adalah orang-orang yang selalu pusing dalam berpikir bagaimana cara agar kegiatan dan penghasilan tetap ada di era yang semakin dinamis. 

    Ya director itu adalah guru.

Guru adalah behind the stage sebuah pertunjukkan.

    Saya punya pikiran-pikiran unik tentang profesi ini, sudah dua tahun rasanya saya menjalani profesi sebagai guru, ide terpikir setiap hari, berinteraksi, dan tampil didepan orang lain. Tapi pernahkah kita sama-sama berpikir bahwa profesi guru adalah director atau pelaksana suatu tugas dan pertunjukkan. Seringkali kita selalu berpikir bahwa, guru adalah orang yang selalu tampil di depan tapi pernahkah kita merefleksikan dan mengetahui bahwa seorang guru juga adalah orang yang ada di balik keberhasilan suatu pertunjukan. 

    Kegiatan pertunjukan dalam pembelajaran dikenal sebagai kegiatan belajar mengajar, siswa sebagai performance nya dan guru adalah directornya. Seringkali dalam suatu kegiatan belajar agar terlaksana secara maksimal maka guru mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan oleh siswa dalam tercapainya pengetahuan yang maksimal dan nilai-nilai karakter yang tumbuh dengan baik. Setiap hari adalah interaksi yang menarik, mewujudkan kegiatan belajar bersama anak-anak hingga mendapatkan kebahagiaan dari pembelajaran yang maksimal adalah hal yang tidak bisa dijelaskan perasaannya dalam kata-kata pasti. 

Di chapter berikutnya, saya akan menjelaskan bagaimana menjadi seseorang yang menyukai behind the stage dalam pembelajaran dan rasanya menjadi pendidik seperti apa.

to be continued...


Komentar

Postingan Populer