Pasangan-Pasangan Hidup, Hidup Pasang-Pasangan
- katanya hidup itu adalah sebuah perpisahan, meski ada orang yang bilang seperti itu.
- kalau begitu, tak ada artinya saling mengenal.
![]() |
| bitside. worddump #1 |
Menanyakan kedudukan manusia sebagai makhluk yang tunggal sama saja menanyakan kepada diri bagaimana mempercayai pada pepatah "cintai dirimu sendiri". Nyatanya, tiada yang lain di dunia ini yang faham atas diri kita melainkan diri kita sendiri. Pepatah ini lazim ditemukan dalam kampanye-kampanye bagaimana seseorang itu harus mengutamakan mental health di atas segalanya, tabik bagi Generasi Z bahkan Alpha yang sudah paham atas bagaimana mengekspresikan diri secara bebas merdeka dalam baluran "kesadaran atas pemahaman posisi dirinya".
Memahami manusia sebagai makhluk yang tunggal ini ibarat dua mata pisau yang beririsan. Ya karena tadi, saya yakin di dunia ini kita harus memandang apapun dari dua sisi, termasuk hal ini. Pisau, katanya bisa digunakan untuk memotong sayuran dalam masakan atau bisa saja pisau untuk membunuh orang lain. Begitupun dalam konsep memahami manusia sebagai makhluk tunggal yang ada di dalam dirinya sendiri, di satu sisi hal ini adalah alasan mereka untuk menjadikan bahwa mencintai diri sendiri itu harus, di sisi lain mereka lah yang membuat ini rumit, rumit untuk memahami batasan tipis antara mencintai diri sendiri dengan bersikap egois dan narsistik itu runyam perbedaannya.
Lalu di awal saya berkata, bahwa segala sesuatu di dunia ini berpasang-pasangan. Lalu apa pasangan dari kedudukan manusia sebagai makhluk yang tunggal ini. Ya benar, dua belas tahun belajar lama-lama selalu terngiang kalau manusia itu adalah makhluk sosial. Anekdot anak sosial yang selalu digaung-gaungkan untuk membuktikan kalau "Manusia tidak bisa hidup sendiri" ada banyak hal dalam proses kehidupan mereka pasti membutuhkan pandangan orang lain. Entah siapa yang memulai istilah ini hingga ramai menjadi suatu teori yang tidak terbantahkan tetapi memang nyata juga adanya kalau manusia dalam perjalanan hidup tidak bisa melanjutkan kehidupannya tanpa bantuan orang lain.
Bayi lahir, dipakaikan pakaian, belajar, beraktivitas, memenuhi kebutuhan hingga menutup perjumpaan kehidupan di hari terakhirnya mereka membutuhkan manusia lain.
Tapi katanya.
- Hubungan antar manusia memang merepotkan
Pernyataan hal yang sangat membuktikan kalau pasang-pasang hidup itu ternyata tidak menjadi ganda hanya dalam angka dua saja, bahkan lebih. Hati orang bak kepala orang siapa tau. Nyatanya, merepotkan inilah yang membuat beberapa orang yakin bahwa dengan mengurangi mengandalkan orang lain, mereka hidup akan tidak repot bagi dirinya.
- tapi kita tak bisa hidup sendiri.
Ya karena itulah, muncul konsep pasang-pasangan. Karena hanya Tuhan yang maha Tunggal atas segalanya semua raga disini hidup berpasangan. Itu tidak lain karena muncul pernyataan bahwa
- setiap manusia adalah makhluk yang lemah. Kelemahan bersanding dipasangakan menjadi kuat.
Maka, sudah sejauh mana kita memahami bahwa hidup untuk berpasang pasangan
dan...
berpasang-pasang untuk menjalin kehidupan.
...
(to be continued)



Komentar
Posting Komentar